Sabtu, 17 Desember 2011

Pelangi



Gadis kecil, begitulah aku dipanggil.
Meski tak memiliki sofa yang empuk dan jerami yang gurih, aku sangat bahagia, bermain dibawah mentari, menari bersama kupu-kupu, menyanyi dengan pelangi, dan mengintip hujan di jendela. 
Bilaku lelah bermain seharian, mmmh....manjaku muncul, pura-pura rewel dan merengek,  ahaaa...aku tersenyum centil, urung menangis....karena dekap hangat dan senandung ninabobo Bunda. 
Dalam lelapku, sambil menyeka keringat didahiku, samar-samar kudengar bisik Ayah, "Nak rumah kita kecil, tapi memiliki jendela berpigura kasih sayang, dan pintu bergerbang harapan".



Tidak ada komentar:

Posting Komentar