Jumat, 27 Januari 2012

Batuk

Setiap mandi selalu pakai air hangat, tidur masih berselimut, walau tak bermain ke pekarangan baju selalu lengkap sampai sekarangpun masih pakai kaos kaki, dan terkadang bila cuaca dingin Nadine dipakein topi Dok, ah....kok kena  batuk  juga, begitu kata Bunda di depan pak dokter.


Tapi aku tetap senyum ketika pak dokter menyapaku sambil mengenggam tanganku :"haii nadine....apa kabar sayang..batuk yaa....". 

Aku berusaha menngangkat kepalaku membuka mulutku ingin menjawab sapaan pak dokter dengan senyum manisku dan celotehanku yang kata Bunda kayak bahasa planet hehee...tapi...akhh kok senyummku jadi....uhuk uhuk..uhuk......kok suaraku seperti itu...dan tenggorokanku sakit..uhuk..uhukk dan akhhh aku tersedak ...muntah......ihhhh  gak enak banget, bajuku  basah bau acem lagi...ahkkk aku ......uhuk uhuk....mmmhh aku menyembunyikan mukaku diselimutku, maluu....

"Hai....tenang anak manis, gak apa-apa....batuk biasa kok" kata pak dokter
"Kita periksa yaa...." lanjutnya
"Uuhhhh....di periksa...terus disuntik??? kayak diimunisasi ituuu??....ihhhh sakiitt...."
"Upss...hanya diperiksa sayang...bukan disuntik" kata Bunda
"Hmm..yaya....makan obat, besok juga sembuh tuh..." urai pak dokter
"Ooooo....obat???"  ihhh....kata Monic obat itu gak enak, terus rasanya  pahiittt
"Humm..jangan cemas anak manis, nanti obatnya kita tambahin sirup strawberry , biar maniss kayak senyummu" janji pak dokter sambil mencuil pipiku.


"Ndiiinne....bangunn...waktunya maem obat" pekik Monic



"Obat???"

 "Iyaaa..." sahut Monic



"Upps gak mauu..... mmmhh Monic aja yang maemnya"


"Yeee...emang yang cakiit  batuk siapaa"


"Udahhh..ayooo Monic tmenin ..cpetann...biar cepet sembuh....tuuuh Bunda udah siapin obatnya"

"Mmmhh...pahit gak ya"

"Iiihh..."

"Gak kok..kan ada sirup strawberrynya, ayoo...baca Basmalah dulu....jangan dimuntahin yaa...biar gak batuk lagi,  kan kalo sembuh kita bisa main lagi."



Naahh.. udah kannn.... kok mukanya meweek kayak gituuu....hehee....yuukk maen lagi cama monic.....


Rabu, 18 Januari 2012

Pangkas Rambut

Haiii....Fizi, Ehsan, yellow bear, pinky rabbit.... Ndine mau pangkas rambut

Fizi : "Sssst Ehsan, siniii bisikin...Ndine mau pangkas rambutnya sampe habis, hihihi...."
Ehsan : " Oh yaaa....hahahaa....pasti wajahnya lucu yaa ..."
Yellow Bear : "Ooooo.....Gundul yaaa....hahahaha"


Pinky Rabbit : "Waahhhh...botak dong???.pengen lihat aahh hahahaa....."


UUhhh....Ehsan!!!
Eits....anak manis gak boleh gitu sama teman, yuukk...kita siap-siap!


 Iihhh.. takuut liat gunting sama pisau cukur itu, tapi Ndine gak nangis lho......



hmmm....kok rambuny habis...... Ndine  jeyek ya??.
Bunda: " upps...siapa bilang???"

Tuuhhh....kan malah makin cantikkk....
Yuuk...bersihin badannya, terus kita berenang....horrreeee......


Minggu, 01 Januari 2012

Temanku Teddy Bear







Lihat Kembang Api...

Sebelum tidur Bunda biasanya mendongeng, tapi kata Bunda malam ini bukan dongeng, hmm...apa ya?. Sebelum aku bertanya Bunda sudah melanjutkan ceritanya, katanya hampir setiap orang dewasa malam ini tidak akan tidur sampai tengah malam nanti.
"Tidak tidur, kenapa Bunda?"
"Iya ...sayang, karena malam ini malam pergantian tahun, dan Nadine jangan rewel ya kalau nanti bobonya terganggu oleh suara berisik" kata Bunda sambil mencuil pipiku.
"Uuh.. rewel?? Aku kan tidak pernah rewel Bunda" protesku sambil cemberut.
"Iya...anak manis" kata Bunda sambil memeluk dan mencium keningku.
"Tapi, nanti di lapangan olahraga disamping rumah kita, suasananya akan berisik, karena ada suara musik,  ada yang memanggang jagung, ada yang membakar sate, dan ada juga suara-suara yang belum pernah Nadine dengar"
"Suara apa itu Bun?, suara hantu ya?"
"Huss...hahaa..." Bunda tertawa mendengar pertanyaanku
"Bukan sayang...suara letusan mercon dan kembang api"
"Ooo...." jawabku bingung
"Kok ooo...hehee...suaranya nanti berdentum keras, dan di langit akan kelihatan terang benderang oleh sinar-sinar percikan api di udara"
"Ooo...." kataku
"Hmm...kok ooo lagi, sudah....ayo kita bobo, berdoa, terus habiskan mimik susunya"


Baru saja Aku bermimpi berenang di kolam yang ada bebek dan bola berwarna warni, tapi kok tiba-tiba ada suara yang keras sekali seperti suara raksasa dalam dongeng Bunda. Aaaawww.... Uuuuu....Aku menangis keras sekali sampai-sampai Bundapun terkejut mendekapku. Akupun semakin takut melihat dua meongku Molly dan Rembi ikut-ikutan ketakutan mengeong-ngeong dan berlarian di depan kamarku.
"Uuuuu....Bunda...Nadine takuut"
"Mmmhh...kenapa sayang, kenapa takut, Bunda ada disini".
Aku memeluk Bunda erat sekali, Bundapun mendekap mengelus keningku, menciumku, menenangkanku, sambil berkata lembut :"Mmmh...anak manis...tadi sebelum bobo Bunda cerita apa?"
"Ingat...Bunda cerita apa sayang?"
Perlahan-lahan aku ingat cerita tadi, oo....ini suara mercon itu.
"Heeh....tapi suaranya menyeramkan sekali, Nadine takut...seperti suara raksasa yang lagi marah ya Bun?"
"Hmm...tidak apa-apa sayang...kan ada Bunda"
"Orang-orang itu nakal ya Bunda"
"Hehee...kok nakal sayang"
"Iyaa...kan Nadine mau bobo, uuhh berisik, kalau sudah sekolah nanti Nadine gak mau ahh seperti itu, nanti Allah marah"
"Nadine sayang...sinii....cara orang bersyukur kan tidak sama sayang....biarkan saja mereka, yang penting kita bersyukur, malam ini masih disayang Allah, masih bisa mendengar, masih bisa melihat, yuuk.... kita intip kembang apinya yaaa....tuuhh dilangit ada warna putih, merah, biru, ungu..naahh tuuh lihat sayang....." kata Bunda sambil menyingkapkan tirai jendela.  
"Oww...." mataku melotot
"Bundaaa....kok bintangnya terang sekali, indah sekali yaa"
"Hahahaaa...ituu bukan bintang sayang, itu namany kembang api, terang...cerah...dan indah...semoga kehidupan kita juga nanti selalu diberi penerangan dan pencerahan dari Allah"
"Iyaa...Bunda...Nadine tidak takut lagi"