Sebelum tidur Bunda biasanya mendongeng, tapi kata Bunda malam ini bukan dongeng, hmm...apa ya?. Sebelum aku bertanya Bunda sudah melanjutkan ceritanya, katanya hampir setiap orang dewasa malam ini tidak akan tidur sampai tengah malam nanti.
"Tidak tidur, kenapa Bunda?"
"Iya ...sayang, karena malam ini malam pergantian tahun, dan Nadine jangan rewel ya kalau nanti bobonya terganggu oleh suara berisik" kata Bunda sambil mencuil pipiku.
"Uuh.. rewel?? Aku kan tidak pernah rewel Bunda" protesku sambil cemberut.
"Iya...anak manis" kata Bunda sambil memeluk dan mencium keningku.
"Tapi, nanti di lapangan olahraga disamping rumah kita, suasananya akan berisik, karena ada suara musik, ada yang memanggang jagung, ada yang membakar sate, dan ada juga suara-suara yang belum pernah Nadine dengar"
"Suara apa itu Bun?, suara hantu ya?"
"Huss...hahaa..." Bunda tertawa mendengar pertanyaanku
"Bukan sayang...suara letusan mercon dan kembang api"
"Ooo...." jawabku bingung
"Kok ooo...hehee...suaranya nanti berdentum keras, dan di langit akan kelihatan terang benderang oleh sinar-sinar percikan api di udara"
"Ooo...." kataku
"Hmm...kok ooo lagi, sudah....ayo kita bobo, berdoa, terus habiskan mimik susunya"
Baru saja Aku bermimpi berenang di kolam yang ada bebek dan bola berwarna warni, tapi kok tiba-tiba ada suara yang keras sekali seperti suara raksasa dalam dongeng Bunda. Aaaawww.... Uuuuu....Aku menangis keras sekali sampai-sampai Bundapun terkejut mendekapku. Akupun semakin takut melihat dua meongku Molly dan Rembi ikut-ikutan ketakutan mengeong-ngeong dan berlarian di depan kamarku.
"Uuuuu....Bunda...Nadine takuut"
"Mmmhh...kenapa sayang, kenapa takut, Bunda ada disini".
Aku memeluk Bunda erat sekali, Bundapun mendekap mengelus keningku, menciumku, menenangkanku, sambil berkata lembut :"Mmmh...anak manis...tadi sebelum bobo Bunda cerita apa?"
"Ingat...Bunda cerita apa sayang?"
Perlahan-lahan aku ingat cerita tadi, oo....ini suara mercon itu.
"Heeh....tapi suaranya menyeramkan sekali, Nadine takut...seperti suara raksasa yang lagi marah ya Bun?"
"Hmm...tidak apa-apa sayang...kan ada Bunda"
"Orang-orang itu nakal ya Bunda"
"Hehee...kok nakal sayang"
"Iyaa...kan Nadine mau bobo, uuhh berisik, kalau sudah sekolah nanti Nadine gak mau ahh seperti itu, nanti Allah marah"
"Nadine sayang...sinii....cara orang bersyukur kan tidak sama sayang....biarkan saja mereka, yang penting kita bersyukur, malam ini masih disayang Allah, masih bisa mendengar, masih bisa melihat, yuuk.... kita intip kembang apinya yaaa....tuuhh dilangit ada warna putih, merah, biru, ungu..naahh tuuh lihat sayang....." kata Bunda sambil menyingkapkan tirai jendela.
"Oww...." mataku melotot
"Bundaaa....kok bintangnya terang sekali, indah sekali yaa"
"Hahahaaa...ituu bukan bintang sayang, itu namany kembang api, terang...cerah...dan indah...semoga kehidupan kita juga nanti selalu diberi penerangan dan pencerahan dari Allah"
"Iyaa...Bunda...Nadine tidak takut lagi"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar